NAMA : MOCHAMMAD
ZAKI
NPM: 24215241
KELAS : 1EB14
SISTEM EKONOMI INDONESIA
1. Pengertian system
Sistem ekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang
membahas persoalan pengambilan keputusan dalam tata susunan organisasi
ekonomi untuk menjawab persoalan-persoalan ekonomi untuk mewujudkan
tujuan nasional suatu negara. Sistem ekonomi adalah sistem yang
digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang
dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan
mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah
bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki
semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di
pegang oleh pemerintah.
Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim
tersebut.
Selain
faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut
mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned
economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor
produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market
economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi
barang dan jasa melalui penawaran danpermintaan.
2. System ekonomi dan system politikc
Ada berbagai macam sistem ekonomi di dunia ini yang saling
berbeda satu sama lain. Tumbulnya berbagai macam sistem ekonomi yang berbeda
tersebt dalam suatu negara disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor
tersebut adalah sebagai berikut:
·
Ada tidaknya campur tangan pemerintah dalam
kegiatan ekonomi.
·
Sistem pemerintahan yang dianut suatu negara.
·
Kepemilikan negara terhadap faktor-faktor
produksi.
·
Sumber daya yang ada dalam suatu negara, baik
sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dimiliki.
Dari ke-empat faktor tersebut, timbul lah berbagai macam
sistem ekonomi, diantaranya:
1. Sistem Ekonomi
Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi di
mana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi
masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:
·
Belum adanya pembagian kerja yang jelas.
·
Ketergantungan pada sektor pertanian/agraris.
·
Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga
kurang dinamis.
·
Teknologi produksi sederhana.
Kebaikan sistem ekonomi tradisonal
·
Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan
masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
·
Pertukaran secara barter dilandasi rasa
kejujuran daripada mencari keuntungan.
Keburukan sistem ekonomi tradisional
·
Pola pikir masyarakat secara umum yang masih
statis.
·
Hasil produksi terbatas sebab hanya
menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.
2. Sistem Ekonomi
Terpusat/Komando (Sosialis)
Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana
pemerintah memegang peranan paling penting atau dominan dalam pengaturan
kegiatan ekonomi. Dominasi dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap
kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut
sistem ini antara lain : Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas
negara Uni Soviet).
Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat
·
Kegiatan perekonomian dari produksi,
distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan pemerintah dengan peraturan
negara.
·
Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui,
sehingga kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
·
Alat-alat produksi dikuasai oleh negara.
·
Kebaikan sistem ekonomi terpusat
·
Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan
pengawasan dan pengendalian.
·
Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya
terhadap seluruh kegiatan ekonomi.
·
Kemakmuran masyarakat merata.
·
Perencanaan pembangunan lebih cepat
direalisasikan.
·
Keburukan sistem ekonomi terpusat
·
Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat
sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
·
Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya
pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
·
Anggota masyarakat tidak dijamin untuk memilih
dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
·
Pemerintah bersifat paternalistis, artinya apa
yang telah diatur/ditetapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus dipatuhi.
3. Sistem Ekonomi Liberal
(Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi yang
menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan
tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi di mana
pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam
istilah ekonomi disebut laissez-faire.
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah
Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan
Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
o Diakuinya kebebasan pihak
swasta/masyarakat untuk melakukan tindakantindakan ekonomi.
o Diakuinya kebebasan memiliki barang modal
(barang kapital).
o Dalam melakukan tindakan ekonomi
dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.
Kebaikan sistem ekonomi liberal
o Adanya persaingan sehingga mendorong
kemajuan usaha.
o Campur tangan pemerintah dalam bidang
ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
o Produksi didasarkan pada permintaan pasar
atau kebutuhan masyarakat.
o Pengakuan hak milik oleh negara mendorong
semangat usaha masyarakat.
Keburukan sistem ekonomi liberal
o Adanya praktik persaingan tidak sehat,
yaitu penindasan pihak yang lemah.
o Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan
monopoli yang merugikan masyarakat.
o Timbulnya praktik yang tidak jujur yang
didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum
dikesampingkan.
4. Sistem Ekonomi Cacmpuran
Sistem ekonomi campuran yaitu suatu sistem ekonomi di mana
di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha
dalam melakukan kegiatan ekonomi, tetapi disisi lain pemerintah ikut campur
tangan dalam perekonomian yang bertujuan menghindari penguasaan secara penuh
dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran
·
Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara
pada bidang-bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh
negara.
·
Mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi di
pasar adalah campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
·
Hak milik perorangan diakui tetapi penggunaannya
tidak boleh merugikan kepentingan umum.
·
Kebaikan sistem ekonomi campuran
·
Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah
lebih bertujuan untuk kepentingan masayarakat.
·
Hak individu/swasta diakui dengan jelas.
·
Harga lebih mudah untuk dikendalikan.
·
Keburukan sistem ekonomi campuran
·
Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan
dengan swasta.
·
Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme)
dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan
pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pengawasannya.
5. Sistem Ekonomi
Pancasila
Sistem ekonomi yang dianut negara Indonesia adalah sistem
ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila adalah salah satu tata ekonomi yang
dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang di dalamnya terkandung makna demokrasi
ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama
berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di
bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Sistem Politik
A. Pengertian Sistem Politik
sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. Perspektif
atau pendekatan sistem melihat
keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif
terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap di antara
elemen-elemen pembentuknya. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa
dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang
ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau
institusi pembentuk sistem politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara
sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan
partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu
sistem politik. Dengan mengubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat
sebagai kebudayaan politik,
lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik.
B. Ciri-ciri Umum Sistem Politik
Menurut Almond,
Semua struktur politik memiliki spesialisasi, baik pada
masyarakat primitif maupun modern dalam melaksanakan banyak fungsi
Semua sistem politik yang sederhana sekalipun dengan
memiliki kebudayaan politik. Masyarakat yang sederhana pun mempunyai tipe
struktur politik yang terdapat dalam masyarakat.
Semua sistem politik menjalankan fungsi yang sama, namun
memiliki perbedaan pada tingkatan yang berbeda-beda, yang ditimbulkan karena
perbedaan struktur.
C. Komponen Sistem Politik
Menurut Samuel P.Huntingon komponen sistem politik meliputi:
a) Kultur, yaitu
nilai-nilai, sikap, orientasi, mitos dan kepercayaan yang relevan terhadap
politik yang berpenagruh terhadap masyarakat.
b) Struktur, yaitu
organisasi formal dalam masyarakat yang digunakan untuk menjalankan
keputusan-keputusan yang berwenang.
c) Kelompok, yaitu
bentuk-bentk social dan ekonomi, baik formal maupun nonformal, yang
berpartisipasi dalam mengajukan tuntutan-tuntutan terhadap struktur politik.
d) Kepemimpinan, yaitu individu
dalam lembaga-lembaga politik dan kelompok-kelompok politik yang menjalankan
pengaruh lebih daripada yang lainnya dalam memberikan alokasi nilai-nilai.
e) Kebijakan,
yaitu pola-pola kegiatan pemerintahan yang secara sadar terbentuk untuk mempengaruhi
distribusi keuntungan dalam masyarakat.
3. Kapitalisme dan sosialisme
A. Sistem Ekonomi Sosialisme
Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan
kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam
perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta
jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh
negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi sosialisme adalah suatu sistem ekonomi dengan
kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang
lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya
perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku
sebagaimana yang diharapkan.
Sistem Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan bahwa
kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran
bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi
atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.
Prinsip Dasar Ekonomi Sosialisme
·
Pemilikan harta oleh
negara
·
Kesamaan ekonomi
·
Disiplin Politik
Ciri-ciri Ekonomi Sosialisme:
1.
Lebih mengutamakan
kebersamaan (kolektivisme).
2.
Peran pemerintah
sangat kuat
3.
Sifat manusia
ditentukan oleh pola produksi
B. Sistem Ekonomi Kapitalisme
Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan
kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian
seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain
sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk
memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan,
tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
Dalam perekonomian kapitalisme setiap warga dapat mengatur
nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam
bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan
kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.
Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalisme :
1.
Pengakuan yang luas
atas hak-hak pribadi
2.
Perekonomian diatur
oleh mekanisme pasar
3.
Manusia dipandang
sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan)
sendiri
4.
Paham individualisme
didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme)
4. Persaingan terkendai
Kompetisi untuk memperbaiki taraf kehidupan, baik
antarindividu maupun antarbadan-usaha, pemerintah tidak membatasi pilihan
seseorang untuk memasuki bidang pendidikan/keahlian yang diminatinya.
Pemerintah turut mengatur penyediaan bidang pendidikan/ keahlian, berdasarkan
proyeksi kebutuhan. Jadi, tidak sepenuhnya dilepas kepada pihak swasta.
Pemerintah juga mengendalikannya
dengan membaca prioritas-prioritas bidang usaha, termasuk juga prioritas lokasi
usaha. Dalam hal penerimaan imbalan atas prestasi kerja, juga sangat terbuka
peluang bagi setiap pekerja/pemodal untuk mendapatkan imbalan melebihi sekedar
kebutuhannya. Justru pemerintah mengatur ketentuan upah minimum bagi pekerja,
agar memenuhi standar kebutuhan hidup minimum yang layak.
Kesimpulannya adalah, bahwa
iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbisnis di Indonesia bukanlah
persaingan yang bebas-lepas, melainkan persaingan yang terencana-terkendali
5. Kadar kaitalisme dan sosialisme
Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme
jelas terkandung dalam pengorganisasian ekonomi Indonesia. Untuk melihat
seberapa tebal kadar masing-masing “isme” ini mewarnai perekonomian, seseorang
bisa melihatnya dari dua pendekatan. Pertama adalah Pendekatan
Faktual-Struktural, yakni menelaah peranan pemerintah atau negara dalam
struktur perekonomian. Kedua adalam Pendekatan Sejarah, yakni menelusuri
bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu.
Untuk
mengetahui kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan
Faktual-Struktural dapat diukur dengan menggunakanKesamaan Agregat Keynesian
yang berumuskan Y = C + I + G + ( X-M ). Diamana Y=Pendapatan Nasional, C =
konsumsi masyarakat, I = investasi, G = pengeluaran konsumsi pemerintah, X =
ekspor, M = impor. Pengukuran kadar keterlibatan pemerintah dengan pendekatan
ini dapat pula dilakukan dengan mengamati peranan pemerintah dalam mengatur
sector-sektor produksi (lapangan usaha) dan berbagai kegiatan bisnis, terutama
dalam hal penentuan harga dan tata niaganya.
Dengan
pendekatan Sejarah, betapa bangsa atau masyarakat kita tidak pernah dapat menerima
pengelolaan makroekonomi yang terlalu berat ke kapitalisme ataupun sangat bias
ke sosilalisme. Perekonomian ini baru berjalan mantap, dalam arti
pekembangannya signifikan, semenjak orde baru perekonomian (sebagai sebuah
sistem) dikelola secara ulurtarik diantara kapitalisme dan sosialisme.
Sistem ekonomi
campuran dengan persaingan terkendali, agaknya merupakan sistem ekonomi yang
tepat untuk mengelola perekonomian Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar