Minggu, 27 Desember 2015

MANAJEMEN KANTOR DAN INFORMASI

Dalam organisasi atau dunia bisnis, kita tidak akan luput dari kata manajemen. Namun apa itu manajemen? Manajemen sendiri secara umum berarti seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain atau bersama. Menurut Mary Parker Follet, defenisi tersebut berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa manajemen itu merupakan suatu alat untuk menyelesaikan suatu tujuan dengan cara mengatur dan mengarahkan orang lain.
          Dari hal tersebut kita bisa mengetahui bahwa manajemen sangat penting dalam melakukan suatu bisnis atau berorganisasi. Dikarenakan, dalam menjalankan suatu tujuan diperlukan suatu rencana, pengaturan, solusi, dan berbagai hal lainnya sehingga tujuan tersebut bisa tercapai.
          Meskipun demikian, dalam manajemen tidak seluruhnya tugas diberikan kepada satu orang (pemilik), setiap organisasi tentu saja membutuhkan beberapa orang yang dapat membantu sehingga tujuan akan lebih mudah diwujudkan, serta dibutuhkan beberapa cara sebagai bantuan dalam mencapai tujuan tersebut. Oleh sebab itu, dalam materi ini akan dijelaskan lebih detail mengenai manajemen dalam dunia bisnis.

1.)                   TATA KERJA, PROSEDUR KERJA DAN PEDOMAN KERJA
A    Tata kerja
®    Pengertian: Suatu cara yang ditempuh untuk mengatur sebuah pekerjaan agar terlaksana dengan baik dan efisien
®    Contoh: Dalam mencapai tujuan target pendapatan aset pemasukan perusahaan ,yang harus semakin membaik dari tahun ke tahunnya. maka kita harus memikirkan solusi yg amat baik maupun kompeten untuk kemajuan perusahaan.

B   Prosedur Kerja
®    Pengertian: Tahapan dalam tata kerja tentang bagaimana mengelola sebuah pekerjaan, yang mengandung pengertian tentang apa, untuk apa, dan bagaiman pekerjaan harus diselesaikan
®    Contohnya : daftar struktur perpustakaan ,ataupun koperasi yang digambarkan dari ketua organisasi ,sampai staff-staff bawahan.

C.    Pedoman Kerja
®    Pengertian: suatu standar atu pedoman tertulis yang digunakan untuk mendorong dan menggerakan suatu kelompok untuk mencapai suatu tujuan organisasi

D.   Sistem kerja :
®    Pengertian: satu kesatuan antara tata kerja dan prosedur kerja sehingga membentuk suatu pola yang dapat dengan tepat menyelesaikan sebuah pekerjaan
®    Contohnya : intruksi ataupun suatu peraturan dari perusahaan ataupun kesatuan organisasi ,misalkan dalam ketepatan waktu hadir kerja ,rapat ,dll

2.)               MENYUSUN BUKU PEDOMAN

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, buku pedoman merupakan suatu pedoman yang digunakan untuk menggerakkan suatu kelompok untuk melaksanakan atau mencapai suatu tujuan organisasi.Pedoman kerja juga merupakan tata cara atau tahapan yang dibakukan danyang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.
®    Berikut tujuan dari pedoman kerja :
1.      Memperjelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam orgaisasi.
2.      Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
3.      Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas atau pegawai dari malpraktik atau kesalahan     administrasi lainnya.
4.      Untuk menghindar kegagalan,kesalahan,keraguan,duplikasi, dan inefisiensi.
5.      Memperlancar tugas petugas tim/unit kerja
6.      Sebagai dasar hukum jika terjadi penyimpangan.
7.      Mengarahkan petugas untuk sama-sama disiplin.
8.      Sebagai pedoman melaksanakan pekerjaan rutin

®    Pedoman kerja dibutuhkan kondisi sebagai berikut :
1.      Sebelum suatu pekerjaan dilakukan
2.      Ketika mengadakan penilaianapakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik/tidak
3.      Ketika terjadi revisi, jika ada perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi lingkungan kerja.


®    Berikut hal yang harus dimasukkan ke dalam buku pedoman kerja:
1.       Jam masuk kerja
2.       Jam istirahat
3.       Hari libur
4.       Pemberian cuti
5.       Pemberian izin kerja
6.       Peraturan dan ketetapan perusahaan
7.       Peninjauan terhadap gaji dan kinerja
8.       Pemberian jam lembur/tambahan waktu kerja
9.       Tunjangan kesehatan dan pengobatan
10.   Rencana Pensiun
11.   dan lain-lain

®    Dengan adanya pedoman kerja, maka terdapat beberapa keuntungan :
1.      Alat pendidikan, terutama bagi pegawai baru
2.      Alat untuk menyelesaikan perselisihan dalam hubungan kerja.
3.      Alat untuk mengadakan pembagian kerja dan mengatur frekuensi kerja yang tepat.
4.      Alat untuk mengatur tata ruang kantor.
5.      Alat untuk menghindarkan adanya pekerjaan yang menumpuk.
6.      Alat perencanaan kerja dan pengembangannya di kemudian hari.
7.      Alat mengadakan klasifikasi,uraian, dan analisi jabatan.
8.      Alat menghemat waktu bagi pimpinan untuk mengetahui seluruh proses kerja.
9.      Alat untuk mempersiapkan mekanisme prosedur.







3.) Manfaat tata kerja, prosedur kerja, pedoman kerja, dan sistem kerja

Berikut ini merupakan manfaat dari menggunakan tata kerja, prosedur kerja, pedoman kerja, dan juga sistem kerja. Diantaranya:
1.       Mempermudah para pegawai dalam menjalankan tugas
2.       Tugas-tugas dapat dilaksanakan secara teratur dan tepat waktu
3.       Keletihan dalam bekerja dapat diatasi
4.       Pekerjaan yang terbengkalai dapat diatasi
5.       Tujuan pekerjaan dapat tercapai secara efektif
6.       Dapat dilakukan standarisasi dan pengendalian kerja dengan setepat tepatnya
7.       Dapat dijadikan sebagai pedoman kerja



KUALIFIKASI DAN KEBUTUHAN SEKRETARIS DALAM BISNIS


1.) Pentingnya sekretaris dalam bisnis :
Sekretaris memegang peranan yang penting dan dapat menentukan berhasil tidaknya tujuan perusahaan. Pentingnya peranan seorang sekretaris ini tentunya sesuai dengan jabatan sekretaris pada masing-masing organisasi. Peranan sekretaris secara umum dapat diketahui sebagai berikut :
1. Peranan sekretaris terhadap atasan :
a. Sebagai perantara saluran komunikasi dan pembinaan hubungan yang baik bagi orang yang ingin berhubungan dengan pimpinan.
b. Sebagai sumber informasi yang diperlukan pimpinan dalam memenuhi fungsi, tugas, dan tanggung jawab.
c. Sebagai pelanjut keinginan pimpinan kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas.
d. Alternatif pemikiran dari pimpinan dalam ide-ide.
e. Sebagai faktor penunjang dalam keberhasilan pekerjaan dan cerminan pimpinan dan bawahan.
2. Peranan sekretaris terhadap bawahan (pimpinan) :
a. Penentuan kebijakan yang berlaku bagi pegawai bawahan secara adil, yaitu mengenai peraturan penempatan pegawai yang sesuai dengan kecakapan dan kemampuan (rule of the place).
b. Memberikan motivasi kerja kepada pegawai bawahan sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik.
c. Memberikan rasa bangga dan puas kepada pegawai bawahan dalam menjalankan pekerjaan.
d. Menerima pendapat dan usul bawahan dalam berbagai masalah.
e. Mengadakan pendekatan kepada pegawai bawahan untuk lebih mengerahkan dan mengetahui kelemahan dan kehendak pegawai bawahan.
Peranan sekretaris terhadap bawahan merupakan penilaian dari bawahan sehingga sikap dan tingkah laku sekretaris akan berpengaruh terhadap pekerjaan pegawai bawahan. Bagi sekretaris yang ramah dan komunikatif akan memberikan suasana hubuungan kerja yang baik bagi bawahan sehingga segala permasalahan dapat didiskusikan dan dicari cara penyelesaiannya.

2.)    Kualifikasi sekretaris

Seorang sekretaris yang profesional mempunyai syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi dengan baik jika tidak pelaksanaan tugas dan fungsi kesekretarisannya akan berjalan dengan kurang baik. Secara umum, syarat untuk menjadi seorang sekretaris harus mempunyai minat untuk melaksanakan tugas kesekretarisan dan keahlian (skill) dibidang kesekretarisan sesuai dengan pengertian atau definisi tentang sekretaris.

Sedangkan syarat-syarat lain untuk menjadi sekretaris sebagai berikut :
1. Syarat kepribadian, yaitu sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang yang menjadi sekretaris, seperti penyabar, simpatik, bijaksana, penampilan baik, pandai bergaul, dapat dipercaya, memegang teguh rahasia, dll.
2. Syarat pengetahuan umum, yaitu memiliki pengetahuan tentang perkembangan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan pekerjaan kesekretariatan seperti bidang sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan hukum serta secara umum dalam rangka untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya. Hal ini penting karena seorang sekretaris menghadapi banyak jenis pekerjaan sesuai dengan bidang yang dilakukan oelh seorang pimpinan sehingga kurang mengikuti perkembangan yang terjadi tentunya dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya.
3. Syarat pengetahuan khusus, yaitu pengetahuan tertentu yang sesuai jabatan dan tugas sekretaris sesuai tempat dimana ia berkerja. Biasanya syarat pengetahuan khusus ini harus ditempuh melalui pendidikan yang sifatnya formal, seperti sekolah tentang manajemen kesekretarisan.
4. Syarat skill dan teknik kesekretariatan, kemampuan seorang sekretaris yang langsung berhubungan dengan tugas kesekretarisannya, seperti kemampuan mengetik, koresponden, stenograf, dan kearsipan.
5. Syarat praktek, yaitu kemampuan dalam melaksanakan tugas sehari-hari, seperti meneriam tamu, telepon, dan membuat agenda pertemuan pimpinan.

Berdasarkan perkembangan tugas dan fungsi sekretaris dewasa ini, makna sekretaris dapat mempunyai makna ganda, seperti :
1. Orangnya, yaitu seseorang yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu dan dipandang mampu serta cakap dalam melaksanakan tugas-tugas kesekretarisan.
2. Jabatannya, yaitu wewenang dengan sekelompok tugas yang merupakan tanggung jawab tertentu, yakni tanggung jawab kesekretarisan.

Dengan demikian, peranan sekretaris terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pimpinan sangat besar sehingga jabatan seorang sekretaris merupakan jabatan yang menuntut profesional yang tinggi. Jadi, kemampuan pribadi seorang sekretaris dan kemampuan melaksanakan tugas sehari-hari menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan pada tugas seorang sekretaris.




Sabtu, 14 November 2015

Pengertian Organisasi

PENGERTIAN ORGANISASI
Menurut para ahli :

1. Menurut Stephen P. Robbinss
Organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

2. Menurut James D Mooney
Organisasi merupakan bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

3. Menurut Stoner
Organisasi merupakan suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.

4. Menurut Chester I Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

5. Menurut Schein
Organisasi merupakan suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab.

6. Menurut Kochler
Organisasi merupakan sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.

7. Menurut W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia
Organisasi merupakan susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga menjadi kesatuan yang teratur.

8. Menurut M. dahlan Al Barry , Kamus Modern Bahasa Indonesia
Organisasi merupakan penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan, sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur dan gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan tertentu).

Contoh dari suatu organisasi yaitu organisasi kemahasiswaan, sebagai contohnya untuk sekolah menengah ditujukan pada OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan untuk perguruan tinggi ditujukan pada BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Organisasi-organisasi merupakan salah satu dari bentuk organisasi garis karena mempunyai cakupan yang tidak luas hanya berada di lingkungannya saja dan bergelut di wilayahnya saja namun BEM dapat dikatakan sebagai bentuk organisasi garis dan staff karena BEM biasanya terdiri atas beberapa anggota yang berasal dari berbagai fakultas, wilayah kampus yang berbeda dan jurusan yang berbeda pula sehingga memiliki jangkauan yang luas.




BENTUK STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi juga merupakan suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi, yang berhubungan dengan fungsi, wewenang dan tanggung jawab untuk mencerminkan mekanisme-mekanisme formal pada pengelolaan organisasi

Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :

1.Bentuk Vertikal

Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.

2.Bentuk Mendatar / Horizontal

Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

3.Bentuk Lingkaran

Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.

4.Bentuk Setengah Lingkaran

Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya

5.Bentuk Elliptical

Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips

6.Bentuk Piramid terbalik

Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.
Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan tentang organisasi yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan dari organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.



MACAM-MACAM STRUKTUR ORGANISASI


1. ORGANISASI LINI/GARIS (LINE ORGANIZATION)

Organisasi Lini/Garis diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.

Memiliki Ciri-ciri Organisasi Lini adalah :

-          Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dan memilikiJumlah karyawan yang sedikit
-          Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
-          Belum terdapat spesialisasi Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
-          Struktur organisasi sederhana dan stabil Organisasi tipe garis ini biasanya diterapkan kepada organisasi kecil yang disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

Contoh bagan Organisasi Lini :

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMZ7g7krgecPd_WX5uAn4u62_p5QgI5QpLe3_wCYoG-_VfXpHixiyqUxXSMNY2vIitoJtC2lQ0GzSK-gnxUMU3KsgbOpu_2r6v0dRAUOpkTwhqUrPhd_Jcgmpeazc0vznb-h4mhABaVJY/s320/organisasi-lini.jpg



2. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORGANIZATION)

Organisasi Garis dan Staf diciptakan oleh Harrington Emerson. Organisasi Garis dan Staf Merupakan bentuk organisasi yang mengambil kelebihan-kelebihan dari organisasi garis seperti adanya pengawasan secara langsung, serta mengambil kelebihan-kelebihan dari organisasi staf seperti adanya spesialisasi kerja. Organisasi Garis dan Staf merupakan kombinasi dari organisasi lini dan azas komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan untuk memberi masukan, bantuan pikiran, saran-saran, dan data informasi yang dibutuhkan.

Memiliki Ciri-ciri:

-          Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
-          Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
-          Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
-          Jumlah karyawan banyak Organisasi besar, bersifat komplek Adanya spesialisasi

Contoh bagan organisasi garis dan staf :





3. ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORGANIZATION)


Organisasi Fungsional diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan pada sifat dan macam-macam pekerjaan yang harus dilakukan. masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

Memiliki Ciri-ciri:

-          Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
-          Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
-          Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
-          Target-target jelas dan pasti Pengawasan ketat
-          Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi


Contoh Bagan Organisasi Bentuk Fungsional :


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqL09g-Kt0AFLVdge9pNVSiKD2-IycDWGODNGcKJJG1cSb3HankHdyFmFcsHTdZYJDzT-pxrOYFG3UegO4ZTrokqNJOB5f4aLdhPbficYD0-TR1yVK-lilM3ZBqmJlnPbiPCo3XPq2Meo/s320/organisasi-bentuk-fungsional.jpg




4. ORGANISASI LINI DAN FUNGSIONAL (LINE AND FUNCTIONAL ORGANIZATION)


Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit (Kepala Bagian) untuk mengambil keputusan dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.

Memiliki Ciri-ciri:

-          Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
-          Terdapat spesialisasi yang maksimal dan tidak menonjolkan perbedaan tingkatan dalam pembagian kerja


Contoh bagan organisasi Lini dan Fungsional :


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuvexedTwl3VpxbmvmVL1AukA0iypcSaxMxQyfgsso4TcaRJe8j37Y11oh9rFSfdinYP1MY5gIgiFPio1hs-futEwIASK6AcIKPgcCtqWWvxnKAfxLFeN8GysjPqsZQ2nYOd1C3ACwwbU/s320/organisasi-lini-dan-fungsional.jpg





5. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORGANIZATION)

Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut atau merupakan gabungan dari organisasi yang berbentuk lini fungsional dan staf..

Memiliki Ciri-ciri:

-          Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
-          Jumlah karyawan banyak.
-          Mempunyai
-          unsur karyawan pokok: Karyawan dengan tugas pokok (line personal), Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal), Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)



Alasan timbulnya organisasi  informal dalam perusahaan ?

Organisasi Informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. 









REFERENSI :



Minggu, 18 Oktober 2015

TUGAS KELOMPOK

PENGANTAR BISNIS


“TREN BISNIS KULINER”

Description: Logo_Gundar.png
Disusun Oleh :
Kelompok 1
Imron Rosadi (27215473)
Michealle Gabriella Sondang Chintya (24215168)
Mochammad Zaki (24215241)
Muhammad Andhika Pratama (24215501)
Muhammad Rizky Septiansyah (24215762)
Nadya Ryzanda Raharja Haryang Kencana (24215951)


KELAS 1EB14
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
Mata Kuliah : Pengantar Bisnis (Softskill)
Dosen : Fitria, SE
A. Pendahuluan
1.1.     Latar Belakang
Manusia tidak terlepas dari kebutuhan pokok yang melengkapi kehidupannya. Salah satu dari kebutuhan pokok tersebut adalah pangan. Pangan diartikan sebagai makanan, dimana tanpa makanan manusia tidak dapat hidup.
Gaya hidup masyarakat modern yang telah terpengaruh arus globalisasi menyebabkan kurangnya sosialisasi antar anggota keluarga, dimana saat ini banyak orang yang lebih memilih untuk membeli makanan di luar.
Dibutuhkan solusi untuk mengatasi hal di atas. Oleh karena itu, banyak yang memulai bisnis di bidang kuliner untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengatasi kurangnya sosialisasi pada masyarakat.
Dan hadirnya bisnis kuliner adalah untuk mendapatkan keuntungan, dan mengenalkan berbagai macam jenis makanan agar masyarakat bisa mengenal berbagai macam variasi makanan di Indonesia.
Sampai saat ini, kuliner khas Indonesia sangat di andalkan sehingga warga negara asing dapat menikmati berbagai makanan yang ada di Indonesia, maka dari itu di butuhkan pembisnis yang mampu menempatkan bisnisnya secara tepat dan strategis. Dan pada kesempatan ini akan diuraikan bagaimana untuk memulai bisnis kuliner dengan baik dan strategis.





1.2.     Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:
·         Untuk mengenalkan pembaca atau mahasiswa mengenai tren bisnis kuliner dan cara pengelolaannya
·         Untuk menambah wawasan dalam memulai suatu bisnis kuliner












B. Teori
2.1.    Cara memulai bisnis kuliner
          Untuk memulai bisnis kuliner, dibutuhkan beberapa hal sehingga kita siap menjalankan bisnis dalam bidang kuliner, diantaranya seperti berikut:
1. Rasa Percaya Diri yang Tinggi dan Ketetapan Mental
Rasa percaya diri yang tinggi harus dimiliki agar tidak mudah pupus harapan, sehingga menjadi gagal dan berhenti untuk memulai kembali. Oleh karena itu maka asahlah ketetapan mental Anda agar tidak mudah jatuh. Orang terdekat mungkin bisa menjadi acuan agar Anda bisa bersemangat dan percaya diri. Anda pasti bisa.
2. Tetapkan Target  atau Sasaran Konsumen
Anda bisa membidik target pada anak sekolah, mahasiswa, orang kantoran, atau buruh.
3. Tingkatkan Pengetahuan dan Skill Anda dalam Bidang Kuliner
Perdalamlah keahlian Anda dengan urusan masak memasak dengan belajar dari para ahli seperti koki, cobalah untuk praktek memasak terlebih dahulu, sehingga pengetahuan akan bertambah dan kenali berbagai makanan yang ada dari makanan internasional, daerah dan yang sedang populer di pasaran.
4. Memaksimalkan Kualitas Masakan/Makanan Anda
Cita rasa yang dihasilkan haruslah memiliki rasa yang nikmat, Uji coba haruslah dilakukan untuk menilai bagaimana rasa dari masakan yang dihasilkan apakah sudah sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia sehingga nanti akan menjadi makanan yang bercita rasa tinggi, menarik, enak dan lezat. Dan bisa disukai oleh konsumen Anda.


5. Mengenali para Pesaing Anda
Sebagai strategi untuk memperkuat posisi produk Anda dalam persaingan bisnis makanan ini, Anda harus bisa berkerjasama dan menjalin hubungan yang baik sehingga menjadikan persaingan sehat antar sesama pebisnis.

6. Ciri Khas/Keunikan
Jika banya pesaing bisnis yang menggunakan nama makanan yang sama, Anda tidak perlu khawatir, lakukan dengan hal-hal yang unik namun tidak merusak cita rasa makanan. Butlah makanan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen sehingga dagangan Anda memiliki cita rasa yang khas dan tak kalah dengan pesaing Anda. Ini pasti akan menjadi respon yang baik untuk para konsumen jika Anda menyajikan makanan dengan cita rasa yang lain dari pada yang lain.
7. Tentukan Harga Awal
Tentukan dengan harga yang terjangkau terlebih dahulu, karena ini usaha awal pasti akan terjadi kesulitan dalam pemasaran jika Anda menjual makanan Anda dengan harga yang mahal. Jangan takut rugi dalam memulai usaha, makanan yang murah meriah dan enak pasti akan membuat konsumen Anda antri menunggu pesanannya.
8. Pilihlah Tempat yang Strategis
Hal ini penting sekali dilakukan, tempat yang strategis, yang mudah dijumpai oleh para konsumen, tempat yang sering dilewati oleh orang.
9. Promosi
Hal terpenting yang harus Anda kuasai adalah mempromosikan makanan Anda, agar menjadi makanan yang terkenal dan banyak dicari. Banyak sekali reverensi untuk promosi antara lain, brosur, surat kabar. Internet dan sebagainya.

10. Nama Usaha atau Merk
Berilah nama merek untuk usaha Anda agar dengan mudah bisa diingat dan dikenal orang banyak. Misalnya usaha dengan nama “Potato Chips Krispi Yummy“. Berilah nama merek atau nama usaha Anda simple saja agar mudah diingat.
11. Keramah-tamahan
Ramah terhadap pelanggan merupakan hal yang wajib dilakukan, dengan pelayanan yang ramah pasti konsumen Anda akan sangat senang mengunjungi tempat Anda. Walaupun kadang konsumen bersifat tidak ramah, namun usahakan agar kita tetap melayani konsumen kita dengan baik, seperti pepatah “pembeli adalah raja”.
12. Pelayanan yang Cepat
Jangan sampai membuat pelanggan Anda menunggu terlalu lama, sehingga pelanggan Anda kecewa karena pelayanan yang lelet. Cobalah untuk mempercepat pelayanan agar konsumen Anda tidak kabur.
13. Menjalin Kerjasama dengan Pihak Lain
Jalinlah kerjasama yang baik dengan toko, warung atau supermarket. Semakin banyak jaringan anda, makin terjamin pula kesuksesan yang akan Anda dapatkan.
2.2.    Strategi Produk
Strategi produk sangat dibutuhkan karena kita akan mengenalkan produk kepada masyarakat, hal ini dibutuhkan agar masyarakat tertarik dengan produk yang ditawarkan. Oleh karena itu, berikut strategi produk untuk menjalankan bisnis kuliner:
 1. Lakukan Riset Pasar
Riset pasar adalah penelitian yang dilakukan untuk membantu pihak manajemen pemasaran dalam mengukur potensi pasar, menganalisis luar pasar, menyelidiki karakteristik pasar, menganalisis penjualan, menaksir permintaan produk, menetapkan daerah penjualan, meneliti saluran distribusi.

Untuk kegiatan riset pemasaran, kegiatan yang sistematis tersebut meliputi berbagai kegiatan, mulai dari; perumusan masalah, penentuan desain riset, perancangan metode pengumpulan data, perancangan sampel dan pengumpulan data, analisis dan interpretasi data serta penyusunan laporan riset.

2. Lakukan Riset Konsumen
Riset konsumen adalah penelitian yang dilakukan perusahaan kepada konsumen/calon konsumen dengan cara mengumpulkan, mencatat dan menganalisa dara secara sistematis tentang konsumen yang dapat dijadikan sebagai masukan yang esensial perusahaan dan dapat membantu strategi pemasaran perusahaan dimasa mendatang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Tahapan-tahapan nya adalah menentukan tujuan riset, mengumpulkan dan mengevaluasi data sekunder, merancang studi riset primer, mengumpulkan data primer, menganalisis data, mempersiapkan laporan hasil riset.
3. Menentukan Strategi Marketing
Menurut Hermawan Kartajaya terdapat elemen marketing strategi adalah Segmentasi, Targeting dan Positioning.
Segmentasi : kemampuan untuk memilah, mengelompokkan, serta mendiagnosa system yang ada sehingga lahir suatu kesepakatan untuk melangkah pada tujuan dari pemasaran. Jenisnya, berdasarkan geografis, demografi, psikografi, dan tingkah laku.
Targeting : proses menyeleksi target market yang tepat untuk memproduksi pelayanan dari perusahaan. Criteria yang digunakan adalah ukuran pasar, pertumbuhan, keunggulan kompetisi dan situasi persaingan.
Positioning : strategi menguak, mempelajari, memahami dan kondisi emosional konsumen dengan apa yang ditawarkan perusahaan.

4. Menentukan Strategi Harga
Konsumen tidak hanya mencari produk dengan harga yang rendah, akan tetapi konsumen membeli suatu produk berdasarkan nilai dari produk itu sendiri. Pembeli mengusulkan harga yang mereka anggap paling pantas untuk tiket pesawat terbang atau kamar hotel, lalu terserah apakah si penjual mau menjual berdasarkan usulan tersebut. (according to KOTLER, 108 : 2006).sehingga untuk menyesuaikan harga harus disesuaikan dengan produk yang ditawarkan.
Menurut Kotler dan Amstrong (2001) strategi penentuan harga sebagai berikut :

Strategi penetapan harga produk baru, yakni penetapan harga untuk meraup pasar dan penetapan harga untuk penetrasi pasar.
Strategi Penetapan harga produk, yakni penetapan harga nilai produk, penetapan harga produk pilihan, penetapan harga produk terkait, penetapan harga poduk sampingan , dan penetapn harga paket produk.
Strategi penyesuaian harga, yang terdiri dari penetapan harga diskon dan pengurangan harga, penetapan harga tersegmentasi, penetapan harga psikologis, penetapan harga untuk promosi, penetapan harga murah dan penetapan harga berdasarkan geografik.
Strategi menghadapi perubahan harga, yaitu memelopori perubahan harga, bagaimana bereaksi terhadap perubahan harga.
5. Buat Brand yang Simple dan Menarik
Brand yang simple dan menarik akan mudah diingat dan dikenali oleh konsumen, sehingga dapat menjadi suatu referensi bagi konsumen.
Merek merupakan suatu nama, istilah, tanda symbol, rancangan, atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengenali produk atau jasa dari seorang kelompok penjual untuk membedakannya dari produk pesaing. (Kotler dan Amstrong, 2001).




2.3.    Strategi Pemasaran
Dalam bisnis kuliner, tidak cukup hanya melakukan strategi produk. Karena seperti yang kita tahu, banyak sekali masyarakat yang mengelola bisnis yang serupa dengan kita, baik itu dari menu andalannya ataupun menu yang ditawarkan dalam bisnisnya tersebut. Dan tentu saja meskipun kita memiliki produk yang bagus, namun akan kalah dengan bisnis saingan yang memiliki produk yang biasa saja namun dapat mengenalkan produknya dengan baik ke masyarakat.
Oleh sebab itu, berikut beberapa strategi pemasaran sehingga produk kita tak hanya menarik, namun dapat dikenal masyarakat dengan baik:
1. Buatlah Nama untuk Bisnis Makanan Anda Semenarik Mungkin
Sebelum Anda membuka usaha makanan, sebaiknya Anda sudah menyiapkan nama untuk usaha Anda. Pilih nama yang menarik, unik, dan mudah diingat oleh para konsumen. Karena nama usaha menjadi image yang akan tertanam pada konsumen, sehingga mereka mudah untuk mengingat usaha Anda. Disamping itu hal yang perlu diperhatikan ketika mencari nama usaha, sesuaikan nama dengan usaha yang Anda jalankan. Misalnya : “Warung Steak” untuk usaha makanan khusus steak,  ” RamenJapanese Noodle untuk bisnis makanan khas Jepang,  atau “Kedai Jamur” untuk usaha makanan khusus jamur. Nama usaha dapat Anda tempatkan di depan lokasi usaha dengan menggunakan neon box ataupun x – baner di depan lokasi usaha Anda. Agar konsumen yang kebetulan lewat, tertarik untuk mampir membeli produk makanan Anda.
2. Perkenalkan Bisnis Anda pada Masyarakat
Mulai sebuah pemasaran dengan mengenalkan bisnis Anda kepada masyarakat sekitar Anda. Dengan adanya pengenalan produk, masyarakat mengetahui apa kelebihan produk bisnis makanan Anda, harga makanan yang ditawarkan, serta pelayanan yang ditawarkan bisnis Anda kapada para konsumen. Untuk mengenalkan bisnis makanan Anda pada masyarakat, dapat dilakukan dengan membuat event dan mengundang masyarakat luas untuk berkunjung ke bisnis makanan yang Anda miliki. Selain itu pemasaran juga bisa dilakukan dengan mengambil karyawan lokal yang ada di sekitar lokasi usaha Anda, secara tidak langsung karywan Anda akan mempromosikan tempat kerja mereka kepada kerabat serta rekan mereka.
3. Berikan Potongan Harga untuk Event – Event tertentu   
Memberikan potongan harga pada event – event tertentu seperti pada saat grand opening bisnis Anda, atau pada saat ulang tahun usaha tersebut. Selain itu Anda juga dapat memberikan paket harga khusus pada saat hari – hari terttentu, misalnya memberikan harga paket keluarga di hari – hari liburan, maupun hari raya seperti lebaran, atau tahun baru. Dengan adanya potongan harga menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen untuk berkunjung ke usaha Anda. Anda dapat menggunakan brosur, pamflet, ataupun spanduk untuk mempromosikan potongan harga yang ditawarkan usaha Anda.
4. Membangun Jaringan dengan Usaha lain yang dapat Mendukung Bisnis Anda
Untuk membangun jaringan usaha memang tidaklah mudah, namun jaringan merupakan pemasaran yang sangat efektif. Mulailah dengan membuat jaringan usaha dengan rekan maupun kerabat dekat Anda yang memang bisa membantu Anda untuk mengembangkan bisnis. Cara membangun jaringan bisa dilakukan dengan memberikan test product pada rekan atau kerabat Anda. Misalnya bagi yang memiliki usaha warung bakso, Anda dapat mengajak rekan dan kerabat untuk berkunjung mencicipi bakso buatan Anda. Jika rekan dan kerabat Anda tertarik dengan produk bakso tersebut, mereka akan senang jika diajak untuk bekerjasama dengan usaha bakso Anda. Contohnya saja untuk rekan yang memiliki usaha catering, dapat bekerjasama untuk penyediaan bakso untuk usaha katering miliknya, selain itu untuk rekan yang memiliki usaha periklanan dapat menjalin kerjasama di bidang pemasaran melalui media. Begitu banyak peluang yang akan muncul, bila Anda memiliki jaringan usaha yang cukup luas.
5. Menciptakan Inovasi pada Menu – menu yang ditawarkan
Untuk menghindari kejenuhan konsumen, ciptakan inovasi pada menu – menu yang ditawarkan usaha Anda. Minimal 6 bulan sekali ciptakan menu baru pada usaha Anda. Banyaknya variasi menu yang ditawarkan, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi usaha Anda. Misalnya usaha bakso,bisa diberikan inovasi dengan menambah menu bakso isi keju, bakso isi telur, bakso isi buah, hingga bakso ikan dan bakso udang. Menu yang bervariasi akan menarik minat masyarakat untuk mengunjungi warung usaha bakso Anda.
6. Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Dalam memberikan pelayanan bagi para konsumen, sebaiknya perhatikan waktu penyajian makanan, kualitas cita rasa makanan serta kebersihan dan keamanan tempat usaha. Konsumen akan merasa tidak nyaman jika menunggu penyajian makanan yang terlalu lama, untuk itu usahakan untuk on time dalam memberikan pelayanan. Selain itu jaga kualitas cita rasa makanan yang diproduksi, sehingga konsumen tidak kecewa jika makanan yang mereka pesan ternyata tidak enak. Dan yang ketiga adalah jagalah kebersihan serta keamanan bisnis makanan Anda, sehingga konsumen yang makan ditempat Anda merasa nyaman dan senang untuk berkunjung kemabali ke usaha Anda.
Pada dasarnya pemasaran usaha sangatlah penting, untuk itu s secara total pada usaha Anda. Baik dari mulai grand opening sampai bisnis makanan Anda sudah dapat berjalan, lakukan terus promosi dan pemasaran secara terus menerus. Jika perlu sisihkan 5 – 10 % omset Anda untuk biaya promosi dan pemasaran usaha.
7. Lokasi Usaha
Lokasi menjadi kunci utama sukses tidaknya usaha anda, dengan lokasi yang strategis maka warung makan anda akan mudah menemukan banyak pelanggan. Contoh lokasi yang paling strategis ialah dekat jalan raya, dekat pasar/pertokoan dan dan dekat keramaian.
 8. Lakukan Riset
Riset sangat perlu di lakukan sebelum memulai usaha kuliner, anda bisa melakukan riset seperti mencari tahu jenis makanan apa yang paling di sukai orang, makanan apa yang belum terjual di sekitar lokasi usaha anda dan lain sebagainya.


9. Terapkan Hasil Riset
Apabila anda sudah melakukan riset maka selanjutnya yang harus anda lakukan ialah menerapkan hasil dari riset tersebut ke dalam usaha anda. Misalnya saja apabila di daerah tersebut makanan yang paling di sukai adalah sate kambing, namun hingga sekarang belum ada warung makan yang menjual sate kambing, nah dengan demikian anda bisa memulai usaha kuliner sate kambing.
10. Tentukan Harga
Apabila anda membuka usaha di lokasi dengan persaiangan usaha kuliner yang tinggi maka anda harus pintar dalam menentukan harga dari setiap makanan yang anda jual. Usahakan menjual makanan dengan harga yang lebih murah namun dengan cita rasa yang lebih baik.
11. Pelajari Kesuksesan Pesaing
Apabila anda seorang yang acuh dengan kesuksesan orang lain maka buanglah sikap acuh tersebut. Mulai sekarang anda harus berani mempelajari apa yang membuat pesaing anda sukses, mulai dari lokasi, tempat usaha, pelayan, kebersihan dan juga harga jualnya. Dengan mempelajari itu semua minimal anda bisa memetik nilai positif yang bisa anda terapkan ke usaha kuliner anda.
12. Fasilitas Yang Baik
Sebuah warung makan/restoran di katakan baik apabila memiliki fasilitas yang menunjang kepuasan pelanggan. Fasilitas seperti kamar mandi, kipas angin, meja dan kursi yang baik akan membuat pelanggan nyaman berlama-lama di tempat anda.
13. Utamakan Kepuasan Pelanggan
Banyak hal yang bisa anda lakukan agar pelanggan merasa puas makan di tempat anda, apabila pelanggan sudah puas dengan peyanan yang anda berikan maka tidak menutup kemungkinan di hari esok pelanggan akan berkunjung kembali dan menjadi pelangga tetap.
 14. Jaga Kebersihan Tempat Usaha
Berbeda dengan usaha lain, usaha kuliner menuntut kebersihan dari segala aspek mulai dari makanan di buat, disajikan kepada pelanggan hingga sisa-sisa makanan itu sendiri. Pastikan kebersihan menjadi prioritas di tempat anda, berikan arahan kepada bawahan anda untuk menjaga kebersihan.
 15. Buat Jam Opreasional Tetap
Pelanggan lebih menyukai warung makan yang memiliki jam buka-tutup yang tetap, karena pelanggan tahu kapan bisa makan di warung makan tersebut tanpa harus kecewa dan pulang karena warung makan tutup. Jadi buatlah jam operasional yang tetap dan patenkan, semua demi kemajuan usaha anda.
 16. Lakukan Peningkatan dan Jangan Lupa Promosi
Apabila warung makan anda sudah mengalami peningkatan dari segi pengunjung maka anda harus melakukan peningkatan seperti memperbesar lokasi usaha, membuka cabang baru dan juga menambah variasai makanan. Jangan lupa juga untuk menambah jumlah karyawan agar tidak kwalahan. Dan yang terpenting lakukan promosi baik melalui cara sederhana seperti membagikan brosur, memberi potongan harga atau bahkan melalui jejaring sosial.







C. Analisis
3.1.    Mengapa Kita Harus Mencoba Bisnis Kuliner?
Bisnis kuliner bisa dikatakan sebagai bisnis yang sedang berkembang di Indonesia saat ini. Mengapa demikian?  Karena  banyak dari masyarakat yang pasti akan mengkonsumsi suatu hidangan  dimana pun mereka berada dan secara universal manusia tidak bisa di lepaskan dari makanan, dan tak jarang dalam memulai bisnis mereka, hal memasak merupakan hal yang melekat dengan pembisnis itu sendiri. Memasak merupakan hal yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, dimana memasak adalah inti dari kuliner yang pada akhirnya memberi inspirasi kepada pembisnis untuk membuat suatu cita rasa yang berbeda atau ke-unikan dari suatu hidangan itu sendiri dan akhirnya terciptalah ide pembisnis tersebut untuk memajukan cita rasa bidang kuliner.
 Bisnis kuliner juga bisa berasal hobi memasak dari seseorang, karena dengan bisnis kuliner kita tak hanya mengenalkan produk andalan kita ke konsumen, namun juga mencoba sesuatu yang baru dan juga melatih kemampuan memasak kita dalam menghidangkan cita rasa yang berbeda
Selain itu bisnis kuliner juga membuat kita semakin dikenal orang. Apabila makanan yang kita buat disukai masyarakat, tentu saja mereka akan merekomendasikan bisnis kita kepada kerabatnya lalu meluas ke berbagai tempat, daerah ataupun negara, dan tentu saja membuat bisnis yang kita kelola semakin di kenal oleh masyarakat.
Dan tentunya, bisnis kuliner melatih kita dalam berbagai hal. Tak hanya kemampuan memasak, namun juga kemampuan komunikasi, kerjasama, kreativitas atau inovatif, dan lainnya. Oleh sebab itu, banyak sekali masyarakat yang mencoba meluangkan bakatnya dalam kemampuan masaknya dan mencoba bisnis kuliner ini, sehingga masyarakat dapat menikmati hasil masakannya dan juga memperkenalkannya kepada masyarakat lainnya.
 Yang terakhir adalah  selain melatih kreatifitas atau melatih hal lain , kebanyakan dari  bisnis kuliner mampu memberikan benefit bagi pemiliki nya, terlepas dari bisnis yang lain seperti, property ataupun pakaian atau barang lainnya. Bisnis kuliner memiliki peringkat yang cukup besar dalam pengaruh keuntungan, mengapa? karena, banyak dari masyarakat yang menyukai kuliner jika berpergian ke suatu tempat, dan hal itu secara harafifah tidak bisa di lepaskan begitu saja. Banyak peloncong peloncong luar negeri yang juga ingin merasakan cita rasa berbeda ketika berada di suatu negara termasuk negara Indonesia sendiri yang memiliki begitu banyak khas dalam makanan di setiap daerahnya,dan di dalam setiap perjalanan mereka (peloncong) pasti disuguhkan dengan berbagai macam hidangan, dan karena hal itu pembisnis kuliner yang mampu membuat ke-unikan dalam masakan nya, dapat meraih benefit yang besar bahkan secara pasti bisnis tersebut akan secara cepat tersebar luas.

D. Referensi