MANAJEMEN KANTOR DAN INFORMASI
Dalam
organisasi atau dunia bisnis, kita tidak akan luput dari kata “manajemen”. Namun apa itu manajemen? Manajemen sendiri secara umum
berarti “seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain atau bersama”. Menurut Mary Parker Follet,
defenisi tersebut berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi, bisa kita
simpulkan bahwa manajemen itu merupakan suatu alat untuk menyelesaikan suatu
tujuan dengan cara mengatur dan mengarahkan orang lain.
Dari
hal tersebut kita bisa mengetahui bahwa manajemen sangat penting dalam
melakukan suatu bisnis atau berorganisasi. Dikarenakan, dalam menjalankan suatu
tujuan diperlukan suatu rencana, pengaturan, solusi, dan berbagai hal lainnya
sehingga tujuan tersebut bisa tercapai.
Meskipun
demikian, dalam manajemen tidak seluruhnya tugas diberikan kepada satu orang
(pemilik), setiap organisasi tentu saja membutuhkan beberapa orang yang dapat
membantu sehingga tujuan akan lebih mudah diwujudkan, serta dibutuhkan beberapa
cara sebagai bantuan dalam mencapai tujuan tersebut. Oleh sebab itu, dalam
materi ini akan dijelaskan lebih detail mengenai manajemen dalam dunia bisnis.
1.)
TATA KERJA, PROSEDUR KERJA DAN
PEDOMAN KERJA
A Tata kerja
® Pengertian: Suatu cara yang
ditempuh untuk mengatur sebuah pekerjaan agar terlaksana dengan baik dan
efisien
® Contoh: Dalam mencapai tujuan
target pendapatan aset pemasukan perusahaan ,yang harus semakin membaik dari
tahun ke tahunnya. maka kita harus memikirkan solusi yg amat baik maupun
kompeten untuk kemajuan perusahaan.
B Prosedur Kerja
® Pengertian: Tahapan dalam tata
kerja tentang bagaimana mengelola sebuah pekerjaan, yang mengandung pengertian
tentang apa, untuk apa, dan bagaiman pekerjaan harus diselesaikan
® Contohnya : daftar struktur
perpustakaan ,ataupun koperasi yang digambarkan dari ketua organisasi ,sampai
staff-staff bawahan.
C. Pedoman
Kerja
® Pengertian: suatu standar atu
pedoman tertulis yang digunakan untuk mendorong dan menggerakan suatu kelompok
untuk mencapai suatu tujuan organisasi
D. Sistem kerja :
® Pengertian: satu kesatuan
antara tata kerja dan prosedur kerja sehingga membentuk suatu pola yang dapat
dengan tepat menyelesaikan sebuah pekerjaan
® Contohnya : intruksi ataupun suatu
peraturan dari perusahaan ataupun kesatuan organisasi ,misalkan dalam ketepatan
waktu hadir kerja ,rapat ,dll
2.)
MENYUSUN BUKU PEDOMAN
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, buku pedoman merupakan
suatu pedoman yang digunakan untuk menggerakkan suatu kelompok untuk
melaksanakan atau mencapai suatu tujuan organisasi.Pedoman kerja juga merupakan
tata cara atau tahapan yang dibakukan danyang harus dilalui untuk menyelesaikan
suatu proses kerja tertentu.
® Berikut tujuan dari pedoman kerja :
1. Memperjelas peran dan
fungsi tiap-tiap posisi dalam orgaisasi.
2. Memperjelas alur
tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
3. Melindungi
organisasi/unit kerja dan petugas atau pegawai dari malpraktik atau kesalahan administrasi lainnya.
4. Untuk menghindar
kegagalan,kesalahan,keraguan,duplikasi, dan inefisiensi.
5. Memperlancar tugas
petugas tim/unit kerja
6. Sebagai dasar hukum
jika terjadi penyimpangan.
7. Mengarahkan petugas
untuk sama-sama disiplin.
8. Sebagai pedoman
melaksanakan pekerjaan rutin
® Pedoman kerja dibutuhkan kondisi
sebagai berikut :
1. Sebelum suatu
pekerjaan dilakukan
2. Ketika mengadakan
penilaianapakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik/tidak
3. Ketika terjadi revisi,
jika ada perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi lingkungan kerja.
® Berikut hal yang harus dimasukkan
ke dalam buku pedoman kerja:
1. Jam masuk kerja
2. Jam istirahat
3. Hari libur
4. Pemberian cuti
5. Pemberian izin kerja
6. Peraturan dan ketetapan perusahaan
7. Peninjauan terhadap gaji dan kinerja
8. Pemberian jam lembur/tambahan waktu kerja
9. Tunjangan kesehatan dan pengobatan
10. Rencana Pensiun
11. dan lain-lain
® Dengan adanya pedoman kerja, maka
terdapat beberapa keuntungan :
1. Alat
pendidikan, terutama bagi pegawai baru
2. Alat
untuk menyelesaikan perselisihan dalam hubungan kerja.
3. Alat
untuk mengadakan pembagian kerja dan mengatur frekuensi kerja yang tepat.
4. Alat
untuk mengatur tata ruang kantor.
5. Alat
untuk menghindarkan adanya pekerjaan yang menumpuk.
6. Alat
perencanaan kerja dan pengembangannya di kemudian hari.
7. Alat
mengadakan klasifikasi,uraian, dan analisi jabatan.
8. Alat
menghemat waktu bagi pimpinan untuk mengetahui seluruh proses kerja.
9. Alat
untuk mempersiapkan mekanisme prosedur.
3.) Manfaat tata kerja, prosedur
kerja, pedoman kerja, dan sistem kerja.
Berikut ini merupakan manfaat
dari menggunakan tata kerja, prosedur kerja, pedoman kerja, dan juga sistem
kerja. Diantaranya:
1.
Mempermudah para pegawai
dalam menjalankan tugas
2.
Tugas-tugas dapat
dilaksanakan secara teratur dan tepat waktu
3.
Keletihan dalam bekerja dapat
diatasi
4.
Pekerjaan yang terbengkalai
dapat diatasi
5.
Tujuan pekerjaan dapat
tercapai secara efektif
6.
Dapat dilakukan
standarisasi dan pengendalian kerja dengan setepat –
tepatnya
7.
Dapat dijadikan sebagai
pedoman kerja
KUALIFIKASI DAN KEBUTUHAN SEKRETARIS DALAM BISNIS
1.) Pentingnya sekretaris dalam bisnis :
Sekretaris memegang peranan yang
penting dan dapat menentukan berhasil tidaknya tujuan perusahaan. Pentingnya
peranan seorang sekretaris ini tentunya sesuai dengan jabatan sekretaris pada
masing-masing organisasi. Peranan sekretaris secara umum dapat diketahui
sebagai berikut :
1. Peranan sekretaris terhadap
atasan :
a. Sebagai perantara saluran
komunikasi dan pembinaan hubungan yang baik bagi orang yang ingin berhubungan
dengan pimpinan.
b. Sebagai sumber informasi yang diperlukan pimpinan dalam memenuhi fungsi, tugas, dan tanggung jawab.
c. Sebagai pelanjut keinginan pimpinan kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas.
d. Alternatif pemikiran dari pimpinan dalam ide-ide.
e. Sebagai faktor penunjang dalam keberhasilan pekerjaan dan cerminan pimpinan dan bawahan.
b. Sebagai sumber informasi yang diperlukan pimpinan dalam memenuhi fungsi, tugas, dan tanggung jawab.
c. Sebagai pelanjut keinginan pimpinan kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas.
d. Alternatif pemikiran dari pimpinan dalam ide-ide.
e. Sebagai faktor penunjang dalam keberhasilan pekerjaan dan cerminan pimpinan dan bawahan.
2. Peranan sekretaris terhadap
bawahan (pimpinan) :
a. Penentuan kebijakan yang
berlaku bagi pegawai bawahan secara adil, yaitu mengenai peraturan penempatan
pegawai yang sesuai dengan kecakapan dan kemampuan (rule of the place).
b. Memberikan motivasi kerja kepada pegawai bawahan sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik.
c. Memberikan rasa bangga dan puas kepada pegawai bawahan dalam menjalankan pekerjaan.
d. Menerima pendapat dan usul bawahan dalam berbagai masalah.
e. Mengadakan pendekatan kepada pegawai bawahan untuk lebih mengerahkan dan mengetahui kelemahan dan kehendak pegawai bawahan.
b. Memberikan motivasi kerja kepada pegawai bawahan sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik.
c. Memberikan rasa bangga dan puas kepada pegawai bawahan dalam menjalankan pekerjaan.
d. Menerima pendapat dan usul bawahan dalam berbagai masalah.
e. Mengadakan pendekatan kepada pegawai bawahan untuk lebih mengerahkan dan mengetahui kelemahan dan kehendak pegawai bawahan.
Peranan sekretaris terhadap
bawahan merupakan penilaian dari bawahan sehingga sikap dan tingkah laku
sekretaris akan berpengaruh terhadap pekerjaan pegawai bawahan. Bagi sekretaris
yang ramah dan komunikatif akan memberikan suasana hubuungan kerja yang baik
bagi bawahan sehingga segala permasalahan dapat didiskusikan dan dicari cara penyelesaiannya.
2.)
Kualifikasi
sekretaris
Seorang sekretaris yang
profesional mempunyai syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi dengan baik
jika tidak pelaksanaan tugas dan fungsi kesekretarisannya akan berjalan dengan
kurang baik. Secara umum, syarat untuk menjadi seorang sekretaris harus
mempunyai minat untuk melaksanakan tugas kesekretarisan dan keahlian (skill)
dibidang kesekretarisan sesuai dengan pengertian atau definisi tentang
sekretaris.
Sedangkan syarat-syarat lain untuk menjadi sekretaris sebagai berikut :
1. Syarat kepribadian, yaitu sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang yang menjadi sekretaris, seperti penyabar, simpatik, bijaksana, penampilan baik, pandai bergaul, dapat dipercaya, memegang teguh rahasia, dll.
2. Syarat pengetahuan umum, yaitu memiliki pengetahuan tentang perkembangan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan pekerjaan kesekretariatan seperti bidang sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan hukum serta secara umum dalam rangka untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya. Hal ini penting karena seorang sekretaris menghadapi banyak jenis pekerjaan sesuai dengan bidang yang dilakukan oelh seorang pimpinan sehingga kurang mengikuti perkembangan yang terjadi tentunya dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya.
3. Syarat pengetahuan khusus, yaitu pengetahuan tertentu yang sesuai jabatan dan tugas sekretaris sesuai tempat dimana ia berkerja. Biasanya syarat pengetahuan khusus ini harus ditempuh melalui pendidikan yang sifatnya formal, seperti sekolah tentang manajemen kesekretarisan.
4. Syarat skill dan teknik kesekretariatan, kemampuan seorang sekretaris yang langsung berhubungan dengan tugas kesekretarisannya, seperti kemampuan mengetik, koresponden, stenograf, dan kearsipan.
5. Syarat praktek, yaitu kemampuan dalam melaksanakan tugas sehari-hari, seperti meneriam tamu, telepon, dan membuat agenda pertemuan pimpinan.
Berdasarkan perkembangan tugas dan fungsi sekretaris dewasa ini, makna sekretaris dapat mempunyai makna ganda, seperti :
1. Orangnya, yaitu seseorang yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu dan dipandang mampu serta cakap dalam melaksanakan tugas-tugas kesekretarisan.
2. Jabatannya, yaitu wewenang dengan sekelompok tugas yang merupakan tanggung jawab tertentu, yakni tanggung jawab kesekretarisan.
Dengan demikian, peranan sekretaris terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pimpinan sangat besar sehingga jabatan seorang sekretaris merupakan jabatan yang menuntut profesional yang tinggi. Jadi, kemampuan pribadi seorang sekretaris dan kemampuan melaksanakan tugas sehari-hari menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan pada tugas seorang sekretaris.
Sedangkan syarat-syarat lain untuk menjadi sekretaris sebagai berikut :
1. Syarat kepribadian, yaitu sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang yang menjadi sekretaris, seperti penyabar, simpatik, bijaksana, penampilan baik, pandai bergaul, dapat dipercaya, memegang teguh rahasia, dll.
2. Syarat pengetahuan umum, yaitu memiliki pengetahuan tentang perkembangan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan pekerjaan kesekretariatan seperti bidang sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan hukum serta secara umum dalam rangka untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya. Hal ini penting karena seorang sekretaris menghadapi banyak jenis pekerjaan sesuai dengan bidang yang dilakukan oelh seorang pimpinan sehingga kurang mengikuti perkembangan yang terjadi tentunya dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya.
3. Syarat pengetahuan khusus, yaitu pengetahuan tertentu yang sesuai jabatan dan tugas sekretaris sesuai tempat dimana ia berkerja. Biasanya syarat pengetahuan khusus ini harus ditempuh melalui pendidikan yang sifatnya formal, seperti sekolah tentang manajemen kesekretarisan.
4. Syarat skill dan teknik kesekretariatan, kemampuan seorang sekretaris yang langsung berhubungan dengan tugas kesekretarisannya, seperti kemampuan mengetik, koresponden, stenograf, dan kearsipan.
5. Syarat praktek, yaitu kemampuan dalam melaksanakan tugas sehari-hari, seperti meneriam tamu, telepon, dan membuat agenda pertemuan pimpinan.
Berdasarkan perkembangan tugas dan fungsi sekretaris dewasa ini, makna sekretaris dapat mempunyai makna ganda, seperti :
1. Orangnya, yaitu seseorang yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu dan dipandang mampu serta cakap dalam melaksanakan tugas-tugas kesekretarisan.
2. Jabatannya, yaitu wewenang dengan sekelompok tugas yang merupakan tanggung jawab tertentu, yakni tanggung jawab kesekretarisan.
Dengan demikian, peranan sekretaris terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pimpinan sangat besar sehingga jabatan seorang sekretaris merupakan jabatan yang menuntut profesional yang tinggi. Jadi, kemampuan pribadi seorang sekretaris dan kemampuan melaksanakan tugas sehari-hari menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan pada tugas seorang sekretaris.




